Sirius

Sirius (α CMa / α Canis Majoris / Alpha Canis Majoris) adalah bintang paling terang di langit malam, dengan magnitudo tampak −1.47. Bintang ini terletak di rasi Canis Major dan merupakan sistem bintang ganda dengan komponen primer bintang deret utama kelas A dan komponen sekunder sebuah katai putih.

Penampakan

Sirius dapat dilihat hampir di semua tempat di permukaan Bumi kecuali oleh orang-orang yang tinggal pada lintang di atas 73,284° utara. Saat terbaik untuk dapat melihat bintang ini adalah sekitar tanggal 1 Januari, dimana dia mencapai meridian pada tengah malam.

Pada kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat Matahari masih berada di atas horison. Ketika berada di atas kepala, bintang ini dapat dilihat pada kondisi cuaca sangat bersih, asalkan pengamat berada di tempat yang tinggi, dan posisi Matahari cukup rendah.[3]

[sunting]Etimologi

Nama bintang ini berasal dari bahasa Yunani Σείριος (Seirios, yang berarti “menyala-nyala” atau “amat panas”[4]). Sebagai bintang paling terang di rasi “Anjing Besar”, seringkali disebut juga sebagai “Bintang Anjing“.

Nama Latin untuk bintang ini adalah Canicula (“anjing kecil”) dan dalam bahasa Arabالشعرىaš-šyi‘rā dalam astronomi Islam, dimana nama alternatif Al Shira diturunkan. Dengan nama aš-šyi‘rā, bintang ini disebut dalam Al-Quran Surah An-Najm ayat 49, yang berbunyi :dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra.

Dalam bahasa Sanskerta, bintang ini dikenal sebagai Mrgavyadha (“pemburu rusa”) atau Lubdhaka (“pemburu”). Sebagai Mrgavyadha, Sirius melambangkan Siwa.

Dalam Bahasa Tionghoa bintang ini dikenal sebagai bintang serigala langit atau (satu bintang di rasiSerigala di Langit[5][1]. (Bahasa Tionghoadan Jepang: 天狼; Bahasa Korea: 천랑; Romanisasi Tionghoa: Tiānláng; Romanisasi Jepang: Tenrō; Romanisasi Korea: Cheonlang) dalam Rumah Jǐng (井宿) (rasi Tionghoa yang merupakan bagian dari rasi Gemini modern), sementara nama dalam bahasa pasar Jepang untuk bintang ini adalah青星 (Aoboshi, “bintang biru”).

Nama lain dari para astronom terdahulu adalah :

nama lain asal bahasa arti
Lokibrenna Skandinavia obor Loki[6]
Hundastjarna Skandinavia bintang anjing[7]
狼星 / Lángxīng China bintang serigala[8]
天狼星 / Tiānlángxīng China bintang serigala langit[8]
賊星 / Zéixīng China bintang pencuri, sang meteor[8]
Skidi Amerika asli bintang serigala[9]
Tishiya (disebut juga TishigaTistrijaTishtrya) Sanskerta bintang pemimpin[9]
Kak-shisha Persia anjing yang memimpin[9]
Du-shisha, Mul-lik-ud Akkadia pemimpin, bintang anjing di matahari[9]
Kal-bu Sa-mas Assyria anjing matahari[9]
Tir Persia panah[9]
Sihor Mesir Kuno bintang sungai Nil[9]
Hannabeah Punisia penggonggong[9]
Takarua Maori[10]  
Hatun Coyllur [11] Inca bintang besar
ʻAʻā Hawaii[12] cemerlang dan membakar
Sionpàš Chakavia[13] nama Chakavia untuk bintang ini[14]
Singuuriq[15] Inuit seperti lampu yang terang

Selain rasi Canis Major, bintang ini juga merupakan anggota dari berbagai rasi, asterisma atau kelompok berikut :

nama rasi / asterisma / kelompok asal arti anggota lainnya
Winter Circle   lingkaran musim dingin α CMiβ Gemα Gemα Aurα Tauβ Oriα Ori
천랑 / Tiānláng China Serigala di Langit tidak ada
Egyptian X     α CMiα Oriζ Pupα Col
Ke Kā o Makaliʻi[16] Hawaii   α CMiβ Gemα Gemα Aur
Manu [17] Polinesia burung besar α Carα CMiβ Oriα Ori
Heavenly G[18]   huruf G di langit α Tauα Aurβ Gemα Gemα CMiβ Oriα Oriγ Ori
Calvario Cruz (versi kedua)[11] Inca salibCalvary α CMiβ Oriα Ori
Hatun Cruz (versi pertama)[11] Inca salib besar α CMiβ Oriα Ori
Volci [19] Makedonia serigala α CMi
Sky Dragon[20]   naga di langit α Aqlα Aurα Booα CMiα Cygβ Gemα Gemα Leoα Lyrβ Orα Orα PsAα Scoα Tauα Vir
Sirius Supercluster     HD 135945 Aqlδ Aqr32 Aqrβ Aur45 Booχ Cet6 CMiδ Col29 Comα CrBυ CrBζ CrtHD 209515,HD 184960δ Del59 DraHD 129798β Eriζ EriHD 157740υ1 HyaHD 10979921 LMiζ Leoτ Leoγ LepRR Lynα Oph , HD 65810HD 178428HD 165185β SerHD 26923HD 111456ζ TrA37 UMaβ UMaγ UMaδ UMaε UMa78 UMaζ UMa80 UMao Virα Vol.[21][22]

[sunting]Sejarah Pengamatan

Berdasarkan perubahan gerak dirinya, pada 1844 Friedrich Wilhelm Bessel menarik kesimpulan bahwa Sirius kemungkinan memiliki pasangan. Hampir dua dekade kemudian, pada 1862Alvan Graham Clark menemukan pasangan redup tersebut yang kemudian dinamai Sirius B, yang dikenal dengan panggilan sayang “Sang Anak Anjing”. Komponen yang terlihat saat ini kadang-kadang disebut sebagai Sirius A.

Astronom-astronom di Observatorium Gunung Wilson menemukan pada 1915 bahwa Sirius B adalah sebuah katai putih. Diameter Sirius A pertama kali diukur oleh Robert Hanbury Brown danRichard Q. Twiss pada 1959 di Jodrell Bank menggunakan interferometer intensitas mereka.[23] Pada 2005, menggunakan Hubble Space Telescope, astronom menemukan bahwa diameter Sirius B hampir sama dengan diameter Bumi, yaitu sekitar 12.000 kilometer, dengan massa 98% Matahari.[24]

[sunting]Sistem

Impresi artis mengenai Sirius A dan Sirius B. Sirius A adalah bintang yang lebih besar. (Kredit:NASA)

Sirius adalah salah satu sistem bintang terdekat dengan Bumi pada jarak 2,6 parsec atau 8,6 tahun cahaya.[25] Tetangga terdekatnya adalah sistem bintang Procyon, pada jarak 1,61 parsec atau 5,24 tahun cahaya.[26]

Sirius A adalah sebuah bintang deret utama dengan kelas spektrum A0 atau A1 dan memiliki massa sekitar 2,1 Matahari.[27][26] Pasangannya, Sirius B, adalah bintang yang sudah berevolusi dari deret utama menjadi katai putih. Kedua bintang ini mengorbit satu sama lain pada jarak sekitar 20 AU (hampir sama dengan jarak Matahari dan Uranus) dengan periode orbit mendekati 50 tahun. Orbit tersebut dapat membuat Sirius B kadang berada di depan Sirius A sehingga luminositas total keduanya menurun sebentar. Karena alasan ini, sistem Sirius diperhitungkan sebagai bintang ganda gerhana.

Katai putih tipikal memiliki massa 0.5–0.6 massa matahari. Dengan massa hampir sama dengan Matahari, Sirus B adalah salah satu katai putih termasif yang diketahui. Massa tersebut terkandung hanya dalam volume yang sebanding dengan Bumi. Katai putih hanya terbentuk setelah bintang melewati tahap deret utama dan raksasa merah. Dua tahap tersebut telah dilalui Sirius B kurang dari setengah usianya sekarang, sekitar 120 juta tahun yang lalu. Bintang awalnya diperkirakan memiliki massa 5 massa matahari[28] dengan kelas spektrum B7V ketika berada di deret utama.

Ketika berada pada tahap raksasa merah, Sirius B boleh jadi memperkaya metalisitas Sirius A. Inilah yang menjadi sebab kelimpahan logamSirius A lebih tinggi dari harga normal (metalisitas dikatakan normal jika sama dengan harga yang dimiliki Matahari).[26] Sirius A diperkirakan akan kehabisan bahan bakar hidrogen di intinya dalam satu miliar tahun lagi. Setelah itu ia akan menempuh tahap raksasa merah sebelum akhirnya akan menjadi katai putih juga. [26]

[sunting]Kemungkinan adanya komponen ketiga

Sejak 1894, sedikit ketidakteraturan dalam gerak orbit Sirius B teramati, yang menyarankan kemungkinan adanya komponen ketiga, tetapi hal ini tidak pernah benar-benar dikonfirmasi.

Sumber : Wikipedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s